Tuesday, February 5, 2008

Bab 2

KASUS-KASUS DALAM PENYAMBUNGAN PANGGILAN
(CONNECTION CASES)

Terjadinya suatu penyambungan panggilan pada sistem telepon, akan mengalami sejumlah tahapan seleksi. Perhitungan dan perkiraan karakteristik trafik pada masing-masing tahapan seleksi harus lebih dahulu mendefinisikan faktor-faktor di bawah ini :

a. input trafik
b. grouping inlet dan outlet
c. metode penanganan panggilan yang datang (hunting method)
d. prosedur penanganan panggilan yang tidak berhasil

Input Traffic
Input trafik didefinisikan oleh intensitas panggilan dan distribusi holding time.

Grouping
Dilihat dari ketersediaan antara inlet dan outlet, maka pengaturan penggrupan diklasifikasikan sebagai berikut :

Group Full Availability :
Setiap inlet dapat mangakses setiap outlet

Group Limited Availability:
suatu inlet hanya diperkenankan meng-akses sejumlah outlet tertentu

Methode Hunting
Ada 2 (dua) methode hunting, yaitu :

a. Sequential hunting
b. Random hunting

Penanganan Panggilan Yang Tidak Sukses
Dilihat dari terjadinya kemacetan (kongesti), pelanggan apakah diperkenankan menunggu atau harus melakukan panggilan ulang, sistem telepon dapat diklasifikasikan :

Loss System ; panggilan yang datang saat seluruh sirkit sibuk, akan ditolak atau dibuang dari sistem. Bila terjadi repeated call (panggilan ulang) akan dianggap sebagai panggilan baru. System loss ini biasanya digunakan untuk menentukan dimensi (jumlah) saluran antar sentral telepon.

Delay System ; panggilan yang tidak dapat dilayani karena seluruh sirkit sibuk, maka panggilan-panggilan tersebut diperkenankan menunggu pada ruang tunggu (buffer) yang disediakan. Sistem ini biasanya digunakan untuk PABX.

Overflow System ; panggilan-panggilan yang tidak terlayani karena seluruh group sirkit ke suatu arah dalam kondisi diduduki, maka diluapkan (diroutingkan) atau di-over ke group sirkit arah lain (alternative routing). Sistem ini biasanya diterapkan dalam mendisain jaringan Multi Exchange Area (MEA) dengan tujuan mengoptimalkan biaya investasi.

Teori Dasar Trafik
Pada dasarnya perangkat telekomunikasi dirancang sedemikian rupa dengan tujuan pada saat jam sibuk di mana trafiknya cukup besar, dan keinginan pelanggan untuk mengadakan sambungan dapat terpenuhi dengan kemungkinan yang cukup tinggi. Dalam hal ini tetap mempertimbangkan kelayakan dilihat dari sisi efisiensi.

Oleh karena itu ada 2 (dua) hal yang harus dipenuhi dalam penyalenggaraan telekomunikasi yaitu :
- pelayanan baik
- biaya ekonomis.
Penyelesaian secara kompromis dapat diadakan bila diketahui :
- tipe input trafik (random, non-random)
- besar sumber trafik yang akan diolah (terbatas, tidak terbatas)
- tipe pelayanan terhadap call (loss, delay, overflow)
- metode penanganan penyambungan (full availability, limited availability)
- kriteria ukuran tingkat pelayanan (Grade of Service) yang dapat diberikan (%)
Untuk mengetahui ukuran trafik secara kuantitatif, pada dasarnya tidak diketahui kapan seseorang akan mengadakan hubungan telepon dan berapa lama suatu pembicaraan telepon berlangsung.

Terlihat bahwa trafik telepon merupakan trafik yang terjadi dari peristiwa kebetulan, yang hanya dapat diselesaikan secara kuantitatif dengan pengetahuan statistik dan teori probabilitas.

Teori probabilitas yang berkembang saat ini dikembangkan dari kasus praktis yang didasarkan pada asumsi keseimbangan statistik.

Dalam teori ini banyak digunakan beberapa asumsi. Oleh karena itu menggambarkan kasus yang terjadi dikenyataan diputuskan untuk memilih teori trafik dalam bentuk umum, selanjutnya untuk kasus-kasus ynag khusus dapat diturunkan dari bentuk umumnya.

Untuk tujuan traffic engineering PSTN, proses trafik akan menggambarkan jumlah sirkit yang sibuk atau tiap pendudukan merupakan fungsi dari pada waktu.

Trafik dimisalkan dihasilkan kepada satu sirkit (sirkit tunggal) yang mana hanya satu panggilan yang diperkenankan datang pada satu satuan waktu.

Sirkit tunggal tersebut akan memiliki 2 (dua) keadaan :

- 0 Free (bebas)
- 1 Diduduki (engaged)

Sejumlah sirkit tunggal (single source) disebut group sirkit atau source, mungkin terbatas atau tidak terbatas.

Asumsi penentuan intensitas call

Misalkan ada sejumlah sirkit N dalam sistem dan n sumber trafik di mana N dan n mungkin terbatas atau tidak, juga kemungkinan hubungan N dan n yaitu : N lebih kecil n; N lebih besar n atau N sama dengan n.

Catatan :
Bila n lebih kecil N tidak ada panggilan yang ditolak selama sumber tidak dapat menghasilkan lebih dari n panggilan yang mungkin akan menduduki sirkit N secara serempak.

No comments: